Senin, Februari 02, 2009

Caleg vs Parpol (1)

Menjelang PEMILU 2009 seperti saat ini, rasanya perang antar partai semakin ‘panas’ saja. Berbagai upaya juga dilakukan oleh para caleg untuk mencari simpatisan. Bahkan masih ada juga yang mencari simpatisan dengan suap sana-suap sini (suap uang sekian juta, pastinya). Dan yang membuat saya lumayan kaget, senior saya semasa SMP dulu, ternyata ada yang menjadi Caleg. Bayangkan saja, bila sekarang umur saya 21 tahun. Paling-paling, senior saya berumur sekitar 2 atau 3 tahun di atas saya.


Bisakah dia menjalankan mandatnya nanti bila dia terpilih menjadi anggota legislatif? Atau bahkan, dalam PILKADA di suatu daerah di Jatim, ada seorang guru yang memaksa santri-santrinya yang masih di bawah umur untuk memilih partai yang dikehendaki oleh sang guru. Apakah PEMILU akan mengalami nasib yang sama?

Entahlah.

Saya pun masih belum tau parpol mana yang akan saya pilih...

Dibalik Agresi Militer Israel ke Gaza

Tidak. Saya tidak hendak menghujat ke-sewenang-wenangan Israel yang memborbardir daerah Gaza beberapa waktu lalu. Karena sudah terlalu banyak orang-orang di seluruh dunia yang ikut menghujat dan tentunya juga tidak ada untungnya buat saya. Bukan karena saya tidak kasihan dengan warga Palestina yang menjadi korban dalam serangan tersebut, tapi mari kita coba lihat peristiwa ini dari sudut pandang yang lain. Saya justru lebih prihatin dengan nasib TKW yang berada di Gaza, bahkan salah satu TKW yang di penjara karena tuduhan majikannya (yang merupakan warga asli Palestina).

Ketika seluruh dunia, bahkan tidak ketinggalan masyarakat Indonesia bersimpati terhadap anak-anak dan kaum ibu yang terluka akibat serangan Israel. Ketika di Jakarta dan di beberapa daerah terjadi demo yang dilakukan oleh ormas Islam dan salah satu partai berbasis Islam sebagai dukungan terhadap warga Gaza, dan turut mengumpat dan memaki Israel. Tidakkah mereka juga memikirkan nasib TKW yang juga tengah berada di Gaza? Adalah yang peduli dengan nasib TKW yang juga mendapat perlakuan tidak manusiawi dari warga Palestina?

Saya sama sekali tidak mendengar demo yang digelar besar-besaran untuk membela TKW tersebut. Semuanya hanya menyuarakan “FREE PALESTINA”, dsb. Saya tidak tau, apakah mereka (baca:para pendemo) takut kepada Palestina atau tidak mau tau dengan nasib TKW atau bagaimana. Tapi yang jelas, buat saya semuanya terasa tidak seimbang. Dan memang menjadi kebiasaan Indonesia. Bukan menjadi trendsetter, tapi lebih suka menjadi follower (termasuk saya, tentunya, hehe). Di saat ada sesuatu yang tengah mem-booming, kita ikut-ikutan melakukan hal yang sama agar dianggap nge-tren. Di saat seluruh dunia menggelar demo besar-besaran menghujat Israel, maka kita akan berbondong-bondong melakukan hal yang sama, tanpa melihat sudut pandang yang lain. Ironis.

Seharusnya kita tidak usah menghabiskan tenaga untuk melakukan hal yang percuma seperti itu. Apakah setelah Israel mundur, para Hamas akan menyebut Indonesia turut andil dalam hal ini? Tidak, kan? Bahkan saya kurang setuju dengan perayaan ‘kemenangan’ yang digelar Hamas secara besar-besaran. Menangkah mereka? Bukankah Israel mundur bukan karena perjuangan mereka saja? Tapi karena tekanan dari bangsa-bangsa di seluruh dunia dan juga PBB untuk menghentikan serangan ke Gaza. Bukankah akan lebih baik bila kaum Hamas membenahi kota Gaza yang hancur lebur karena Israel? Bersimpati memang perlu, tapi bersimpati lah seperlunya saja. Dan harusnya tidak ada perayaan yang tidak perlu seperti itu.

Sabtu, Januari 03, 2009

Sederhana





“Hidup itu tidak boleh sederhana.
Tetapi harus kuat, luas, besar.
Yang sederhana itu sikapnya..”

(mario teguh)

(Tidak) Meninggalkan...

“Sebenarnya..
orang yang mencintai kita,
tidak benar-benar meninggalkan kita.
Karena,
mereka masih bisa kita temukan di hati kita..”


(
dalam film Harry Potter,And The Prisoner of Azkaban)

Kamis, Januari 01, 2009

Thanks for The High Technology..

Hahaha.. sok inggris banget ya? Yang kurang lebih artinya, makasih banget buat kemajuan teknologi di indonesia saat ini. Terutama dalam bidang telekomunikasi dan elektronik (atau biasa disebut e-technology) yang ada sekarang ini. Karena berkat kemajuan teknologi ini, saya bisa bertemu dengan para sahabat, kerabat, dan teman-teman lama (jaman saya SD) di dunia maya, walaupun saya jauh dari mereka dan tidak bertemu muka bertahun-tahun lamanya. Misalnya saja, seperti Friendster, Facebook, E-mail, YahooMessenger (YM), Meebo, dsb. Atau dunia blogger yang memudahkan saya untuk curhat, share, bila saya sedang merasa stuck atau merasa nyesek, seperti, Blogspot, Wordpress, dsb.

Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu. Entah mengapa saya teringat dengan teman-teman semasa SD dulu. Walaupun SD saya m
asih sangat dekat dengan rumah saya. dan teman-teman saya juga masih tinggal di satu kota dan satu daerah yang sama dengan saya. tapi, ternyata tidak bisa membuat kami bisa bertemu dengan mudah. Bahkan kami tidak bisa bertemu hingga bertahun-tahun lamanya karena padatnya aktivitas kami.

Hingga akhirnya saya mencari keberadaan teman-teman saya lewat Friendster. Dan ‘pencarian’ saya ternyata membuahkan hasil. Saya dengan beberapa teman-teman SD hingga SMP mulai bisa berkomunikasi lagi. Seru-seruan lagi. Walaupun masih terbatas lewat Friendster. Bahkan, ada seorang teman saya yang dulu satu geng dengan saya (jaman dulu saya juga kenal dengan geng :D).

Awalnya malah dia sempat tidak mengenal saya. karena saya lebih cantik dari dulu kali ya?hahaha..

Bahkan hingga akhirnya dia bercerita tentang saya kepada ibundanya(karena dia begitu dekat dengan ibundanya), dan ajaibnya sang ibunda masih ingat sekali dengan saya! Saya sampai takjub. Begitu pula dengan sahabat saya yang lain sewaktu SD, bernama Iftika (panggilan rumahnya, Ik
a), yang sekarang dipanggil Chika oleh teman-teman di kampusnya.

Saya bertanya kepada ibunda saya tentang mereka. begitu pun, ibunda saya masih sangat mengingat mereka. Rumah sahabat-sahabat saya tersebut, bagaimana rupa mereka, semua masih diingat dengan jelas oleh ibunda.


Sekarang saya jadi keranjingan ‘berburu’ sahabat-sahabat lama saya. jadi ketagihan ingin mengetahui keberadaan dan kabar mereka, yang syukur alhamdulillah mereka masih mau mengenal, mengingat dan berkomunikasi dengan saya.


Jadi teringat dengan kata-kata seorang filsuf China, “engkau bisa mencari 1000 musuh dengan mudah dalam 1 hari. Namun begitu sulitnya engkau mencari 1 orang sahabat dalam sehari”..

Susahnya.......

Ternyata susah banget ya jadi orang netral. Beberapa hari lalu saya sempat bermasalah dengan orang-orang terdekat saya. Orang-orang yang saya sayangi. Saya berusaha keras agar tidak memihak siapapun.

Mungkin masalah sebenarnya adalah misscommunication (ato lebih populer di sebut miskom) antara orang-orang terdekat saya. saya berusaha untuk tidak memihak si A maupun si B atau si C.

Tapi pada akhirnya tetap saja sulit sekali bagi saya untuk memutuskan jalan keluar yang terbaik. Pada akhirnya saya malah semakin pusing dengan masing-masing pihak yang (tentu saja) ingin dibenarkan. Sampai akhirnya, saya meminta bantuan pihak ke-3. sahabat saya yang berada di luar permasalahan tersebut. 1 orang sahabat laki-laki dan 1 orang sahabat wanita.

Mengapa? Karena saya ingin mengetahui masing-masing pendapat mereka dilihat dari sudut pandang yang berbeda dan ingin mengetahui benang merah dari permasalahan saya.

Akhirnya, setelah saya mengalami pergolakan batin,saya mulai sedikit bisa berpikir tenang dan bisa pelan-pelan menyelesaikan permasalahan agar 3 pihak yang sedang berseteru tidak semakin meruncing dan menjadi saling benci.

Dan sekali lagi.. berusaha menyelesaikan sebagai pihak yang netral, walaupun itu sulit untuk saya. Ya..ya.. semoga saja mereka mau mengerti keputusan saya. Karena saya tidak bisa memutuskan pihak mana yang paling saya sayangi. Karena semuanya saya sayangi.

Semoga saja mereka bisa mengerti...

Happy Nu Year 2009


Yup. Walaupun telat.. Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2009 untuk semuanya.
Semoga kita bisa mengawali tahun dan hari yang baru ini dengan semangat yang baru dan semoga semuanya bisa lebih baik dari tahun lalu..

Amien..

*buat teman, sahabat,kerabat.. maaf ya kalo ada sms yang lupa blm saya balas. biz banyak banget yang sms siih. ampe bingung, jadinya :D